PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menunjukkan komitmen serius dalam penguatan fasilitas kesehatan darurat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan baru saja menerima dan mendistribusikan lima unit ambulans baru yang pengadaannya dibiayai penuh dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2025.
Penyerahan armada baru ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di halaman Kantor Dinkes.
Wakil Bupati Shobih Asrori berharap penambahan fasilitas ini dapat secara signifikan meningkatkan mobilitas dan kecepatan penanganan pasien rujukan yang membutuhkan layanan mendesak ke rumah sakit.
Kepala Dinkes, dr. Ani Latifah, menjelaskan bahwa distribusi lima ambulans ini tidak dilakukan secara merata, melainkan mengikuti strategi prioritas tinggi. Ambulans disalurkan ke lima Puskesmas strategis: Prigen, Gempol, Bangil, Purwosari, dan Bulukandang.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingkat urgensi, di mana Puskesmas tersebut berada di jalur vital dan padat:
- Jalur Utama: Berada di depan jalan raya utama yang sering digunakan untuk rujukan.
- Kawasan Wisata: Berada di area yang memiliki tingkat kunjungan tinggi dan potensi kebutuhan gawat darurat yang lebih besar.
Sebagai bagian dari upaya perluasan jangkauan layanan, dr. Ani Latifah juga mengumumkan kebijakan rotasi armada. Ambulans lama, seperti yang saat ini berada di Puskesmas Bulukandang, akan ditarik.
Menariknya, armada bekas ini tidak akan diistirahatkan, melainkan akan dialokasikan kembali kepada pondok pesantren (Ponpes) atau lokasi-lokasi komunitas lain di Kabupaten Pasuruan yang juga membutuhkan dukungan mobil ambulans. Langkah ini menunjukkan upaya Dinkes untuk memperluas jangkauan layanan gawat darurat hingga ke pelosok komunitas. (Admin)


