SIDOARJO – Kisah pencarian Ferdinand Junior Ilot (14), siswa SMP yang terseret arus deras Sungai Mas sejak Sabtu (6/12), akhirnya berakhir pada Rabu, 10 Desember 2025. Setelah pencarian intensif selama lima hari, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 4 kilometer dari lokasi awal dia hanyut.
Ferdinand, warga Dusun Jrebeng, Krian, Sidoarjo, sebelumnya hanyut terbawa arus saat sedang bermain dan mencari kerang air tawar di tepian sungai bersama tiga temannya.
Ditemukan di Tumpukan Sampah Perbatasan Gresik
Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya, Andy Pamuji, mengonfirmasi penemuan korban pada pukul 11.35 WIB.
“Alhamdulillah, di pencarian hari kelima… Tim SAR Gabungan terdiri dari unsur 64 personel berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Andy.
Korban ditemukan mengapung di wilayah Krikilan, perbatasan antara Krian dan Gresik. Jenazah ditemukan dalam posisi tertutup oleh tumpukan sampah, eceng gondok, dan bambu. Tim SAR Gabungan harus berjuang mengurai material tumpukan tersebut sebelum berhasil mengevakuasi korban.
Arus Deras Gagal Ditolong Teman
Upaya pencarian yang melibatkan 64 personel dari Basarnas, BPBD, dan relawan ini mengerahkan lima kelompok dengan perahu karet, menyisir dua sektor utama sungai. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim adalah banyaknya pohon bambu tumbang yang menghambat manuver perahu.
Sebelumnya, teman-teman korban sempat melakukan upaya heroik dengan mencoba menarik Ferdinand dan memberinya bambu, namun arus deras Sungai Mas terlalu kuat, membuat bocah tersebut terseret dan menghilang.
Jenazah Ferdinand Junior Ilot segera dibawa ke Rumah Sakit Anwar Medika Balongbendo Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut. (Admin)


