PROVIDENCE, AS – Sebuah insiden kekerasan ekstrem mengguncang Gedung Teknik Barus & Holley di Brown University, Providence, Amerika Serikat, pada Sabtu sore waktu setempat. Penembakan massal di kampus prestisius Ivy League tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya delapan orang lainnya, yang kini berjuang untuk hidup dalam kondisi kritis namun stabil di Rumah Sakit Rhode Island.
Tragedi ini terjadi antara pukul 14.00 hingga 17.00, tepat di saat mahasiswa sedang menjalani ujian akhir.
Peringatan Active Shooter dan Lockdown
Universitas Brown segera merespons dengan mengeluarkan peringatan darurat active shooter pada pukul 16.22 sore. Komandan Kepolisian Providence, Tim O’Hara, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah melacak pelaku yang berhasil melarikan diri.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, mengonfirmasi jumlah korban namun menekankan bahwa data tersebut masih sementara. “Kita masih berada di jam-jam awal,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa belum jelas apakah korban tewas maupun terluka adalah bagian dari komunitas mahasiswa.
Operasi Perburuan Gabungan FBI-ATF
Pihak berwenang segera meluncurkan operasi perburuan besar-besaran, melibatkan Kepolisian Providence yang dibantu oleh badan federal, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF).
Deskripsi Tersangka: Tersangka digambarkan sebagai seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam. Ia terakhir terlihat meninggalkan lokasi melalui sisi Hope Street gedung teknik. Polisi saat ini bergantung pada keterangan saksi mata, bukti forensik, dan rekaman video untuk mengidentifikasi dan melacak pelaku.
Kebingungan Status Penangkapan
Kekacauan informasi sempat mewarnai insiden ini. Bahkan, Presiden AS Donald Trump membagikan kabar di Truth Social bahwa tersangka telah ditahan, namun ia segera mengklarifikasi bahwa informasi tersebut dibatalkan oleh Kepolisian Universitas Brown dan tersangka masih dalam pengejaran.
Gubernur Dan McKee menyampaikan simpati mendalam terhadap tragedi ini, menyatakan, “Hal yang tak terbayangkan telah terjadi.” Sementara, Universitas Brown mengeluarkan pernyataan duka cita dan mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit setempat. (Prsm)


