Menekan Angka Kecelakaan Nataru, Tiga Titik Perlintasan KA “Maut” di Pasuruan Kini Hanya Bisa Dilalui Motor

  • Home
  • Pasuruan
  • Menekan Angka Kecelakaan Nataru, Tiga Titik Perlintasan KA “Maut” di Pasuruan Kini Hanya Bisa Dilalui Motor
News

PASURUAN – Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan mengambil tindakan tegas untuk memutus rantai kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, akses jalan di tiga titik perlintasan sebidang telah dipersempit secara fisik untuk menghalau kendaraan roda empat atau lebih agar tidak melintas.

Kebijakan sterilisasi ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai jalur alternatif namun memiliki risiko tinggi. Lokasi tersebut mencakup perlintasan di Desa Selorawan (Kecamatan Beji) serta dua lokasi strategis lainnya di wilayah Bangil yang dikenal padat penduduk. Dengan adanya penyempitan jalan ini, para pengemudi mobil kini wajib beralih menggunakan jalur provinsi atau jalur utama yang sudah dilengkapi dengan palang pintu resmi dan penjagaan petugas.

Iptu Joko Suseno, Kasi Humas Polres Pasuruan, menegaskan bahwa tindakan ini bersifat mendesak. “Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas tertinggi kami selama masa Operasi Lilin Semeru. Kendaraan roda empat memiliki risiko fatalitas yang lebih besar jika terlibat benturan dengan kereta api di perlintasan tanpa penjagaan. Dengan memaksa mereka melewati jalur resmi, kita menghilangkan risiko human error di titik-titik buta tersebut,” jelasnya pada Sabtu (20/12).

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga memberikan catatan khusus terkait kondisi lampu penerangan yang masih sangat minim di sekitar rel kereta api. Hal ini dianggap sangat krusial mengingat mobilitas masyarakat saat libur Nataru biasanya meningkat drastis hingga larut malam. Polisi meminta pengelola jalan dan pihak kereta api untuk memastikan pos JPL 111 dan JPL 104 mendapatkan pencahayaan yang memadai demi membantu kewaspadaan masinis maupun pengendara.

Polres Pasuruan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersikap kooperatif dan mematuhi aturan baru ini. Meskipun waktu tempuh mungkin menjadi sedikit lebih lama karena harus memutar ke jalur utama, hal tersebut jauh lebih berharga dibandingkan mempertaruhkan nyawa di perlintasan yang tidak aman. Petugas gabungan akan terus disiagakan di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap kondusif hingga berakhirnya musim liburan awal tahun depan. (Prsm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *