SUMATERA – Bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus memakan korban jiwa dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan pada Sabtu sore (6/12/2025), total korban meninggal dunia telah melonjak drastis, mencapai angka 914 jiwa.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyebut terjadi penambahan korban jiwa sebanyak 47 orang hanya dalam kurun waktu satu hari. Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menjadi wilayah penyumbang korban tewas terbesar, masing-masing dengan 359 dan 329 korban jiwa.
Kabar Baik di Tengah Duka: Korban Hilang Berkurang 132 Jiwa
Di tengah lonjakan korban tewas, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil mencatatkan perkembangan positif. Berdasarkan rekapitulasi data terbaru, jumlah korban yang dilaporkan hilang berhasil ditekan secara signifikan, dari 521 jiwa menjadi 389 jiwa—artinya 132 korban hilang telah ditemukan.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa angka tersebut bersifat dinamis, dan penurunan ini dikarenakan sejumlah korban yang sebelumnya dicari kini telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan.
“Angka ini bergerak dinamis. Penurunan ini disebabkan adanya korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kini ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Abdul Muhari.
BNPB berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan upaya pencarian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi erat dengan Tim SAR di lapangan, mengingat situasi bencana masih rawan dan data korban dapat berubah sewaktu-waktu. (Admin)


