Hari Tanpa Toleransi Kekerasan terhadap Perempuan, Ini Latar Belakangnya

  • Home
  • Uncategorized
  • Hari Tanpa Toleransi Kekerasan terhadap Perempuan, Ini Latar Belakangnya
Uncategorized

Bulan Desember menjadi momentum penting dalam upaya memperjuangkan hak dan keselamatan perempuan. Salah satu peringatan yang jatuh pada bulan ini adalah Hari Peringatan dan Aksi Nasional Melawan Kekerasan terhadap Perempuan, yang diperingati setiap 6 Desember.

Peringatan ini berawal dari peristiwa tragis yang terjadi di Universitas Montreal, Kanada, pada 6 Desember 1989. Mengutip berbagai sumber internasional, peristiwa tersebut dikenal luas sebagai Hari Pita Putih (White Ribbon Day).

Berdasarkan keterangan dari Komnas Perempuan, tragedi tersebut menewaskan 14 mahasiswa dan menyebabkan 13 orang lainnya luka-luka, mayoritas korbannya adalah perempuan. Pelaku melakukan aksi kekerasan karena keyakinan keliru bahwa kehadiran mahasiswa perempuan menjadi penyebab dirinya gagal diterima di universitas tersebut.

Sebelum mengakhiri hidupnya, pelaku meninggalkan surat berisi kebencian terhadap gerakan feminisme serta daftar nama perempuan-perempuan yang ia anggap sebagai musuh. Tragedi ini kemudian mengguncang dunia internasional dan membuka mata banyak pihak akan bahaya nyata dari kebencian berbasis gender.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban sekaligus komitmen melawan kekerasan terhadap perempuan, Parlemen Kanada secara resmi menetapkan 6 Desember sebagai hari peringatan nasional pada tahun 1991. Sejak itu, peringatan ini menjadi bagian dari gerakan global anti kekerasan terhadap perempuan.

Di tingkat internasional, 6 Desember termasuk dalam rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, yang berlangsung setiap 25 November hingga 10 Desember. Kampanye ini merupakan gerakan global yang bertujuan untuk mendorong penghapusan segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Selama 16 hari tersebut, para pegiat Hak Asasi Manusia memanfaatkan momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kesadaran publik bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM, serta mendorong perlindungan dan pemulihan yang lebih baik bagi para penyintas. Kampanye ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing.

Adapun sejumlah hari penting yang termasuk dalam rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan antara lain:

  • 25 November: Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan
  • 29 November: Hari Perempuan Pembela HAM Internasional
  • 1 Desember: Hari AIDS Sedunia
  • 2 Desember: Hari Internasional Penghapusan Perbudakan
  • 3 Desember: Hari Internasional Penyandang Disabilitas
  • 5 Desember: Hari Relawan Internasional
  • 6 Desember: Hari Tanpa Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan
  • 9 Desember: Hari Pembela HAM Sedunia
  • 10 Desember: Hari HAM Internasional

Dengan demikian, 6 Desember tidak hanya menjadi pengingat atas tragedi kemanusiaan, tetapi juga menjadi seruan global bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *