Hujan lebat pada awal pekan menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur di Kabupaten Pasuruan. Tembok Penahan Tanah (TPT) di tepi jalan nasional ruas Surabaya–Malang, tepatnya di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, ambles setelah tergerus air pada Senin (25/11) sore. Longsoran tersebut sepanjang sekitar 18–20 meter, tinggi sekitar lima meter, dan lebar dua meter, hingga membuat tiang penyangga pagar pembatas jalan (guardrail) terlepas—kondisi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali (ruas Sidoarjo–Kepanjen) segera melakukan penanganan darurat. Menurut pengawas lapangan BBPJN, Dimas Prasetyo, tindakan cepat berupa pemasangan terpal dan penumpukan sandbag (karung pasir) telah dilakukan untuk menutup area longsor dan mencegah erosi lebih lanjut. Langkah darurat ini dimaksudkan untuk melindungi tanah dari gerusan hujan berikutnya, sementara perbaikan permanen masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Longsoran juga sempat merusak pipa PVC milik Perumdam Giri Nawa Tirta, namun perbaikan oleh tim teknis Perumdam selesai pada Selasa (26/11) siang sehingga pasokan air kembali normal. BBPJN menyatakan akan memantau kondisi TPT setiap hari dan menempatkan petugas di lokasi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di jalur nasional tersebut.


