PASURUAN – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pasuruan mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mencatat total 17.176 kasus sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena menyebut kondisi cuaca panas dan banyaknya debu di jalan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus. Perubahan cuaca yang ekstrem juga disebut dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Kasus Terus Meningkat Setiap Bulan

Berdasarkan data Dinkes Kota Pasuruan, pada Juni 2026 tercatat sebanyak 5.093 kasus ISPA.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 5.907 kasus pada Juli. Artinya, terdapat tambahan 814 kasus atau naik sekitar 15,99 persen dibandingkan Juni.

Peningkatan kembali terjadi pada Agustus. Kasus ISPA tercatat mencapai 6.176 kasus, atau bertambah 1.083 kasus dibandingkan Juni.

Jika dijumlahkan, kasus ISPA yang tercatat selama Juni, Juli, dan Agustus mencapai 17.176 kasus.

Dinkes Imbau Warga Kurangi Paparan Debu

Dinkes Kota Pasuruan mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terkena ISPA.

Masyarakat, terutama pengendara sepeda motor dan warga yang beraktivitas di kawasan dengan tingkat polusi tinggi, dianjurkan menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi, mencukupi waktu istirahat, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi lingkungan kurang mendukung.

Dinkes juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi peningkatan jumlah pasien.

Fungsi surveilans kesehatan turut ditingkatkan untuk memantau perkembangan kasus ISPA di Kota Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *