PASURUAN — Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan untuk terus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menangani berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikan Gus Shobih saat menghadiri Milad ke-51 MUI di Kantor MUI Kabupaten Pasuruan, Rabu (19/8/2026) siang.

Menurutnya, MUI memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan pandangan kepada pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kehidupan keagamaan serta membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

“Kami harapkan MUI terus mendampingi Pemerintah Daerah dalam urusan permasalahan keagamaan maupun kemasyarakatan,” kata Shobih Asrori.

Ia berharap momentum Milad ke-51 tidak sekadar menjadi perayaan organisasi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan refleksi bagi MUI untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam membimbing umat.

Gus Shobih juga menekankan pentingnya hubungan yang kuat antara ulama dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.

“Menjadikan Milad ke-51 sebagai refleksi untuk terus kokoh dalam khidmat dan istiqamah membimbing umat, serta memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda turut menyampaikan perhatian terhadap pelaksanaan ibadah masyarakat di tengah berbagai kegiatan keramaian.

Ia mengingatkan agar umat Islam tetap menunaikan shalat lima waktu meskipun sedang mengikuti kegiatan seperti pawai maupun karnaval.

Menurut KH Nurul Huda, kegiatan karnaval yang berlangsung berjam-jam berpotensi membuat peserta maupun masyarakat yang menyaksikan lupa terhadap waktu shalat.

“Contohnya pas karnaval Agustusan atau apalah itu, bisa jadi banyak belum sholat atau tidak sholat Dhuhur atau Ashar, bahkan bisa sampai Magrib,” tuturnya.

Ia pun menyarankan agar masyarakat yang hendak mengikuti karnaval memperhatikan waktu shalat dan, dalam kondisi yang memenuhi ketentuannya, dapat melaksanakan shalat jama’ taqdim sebelum kegiatan dimulai.

KH Nurul Huda menegaskan bahwa semarak kegiatan masyarakat seharusnya tetap berjalan seiring dengan pelaksanaan kewajiban agama.

Milad ke-51 MUI tahun ini mengusung tema “Merawat Ukhuwah, Menguatkan Peradaban.” Tema tersebut diharapkan menjadi semangat bagi MUI untuk terus berkontribusi dalam membimbing umat dan memperkuat persatuan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *